Batukaru - Pengalaman Pendakian Spiritual
Sakral dan curam adalah dua kata untuk cocok untuk menggambarkan gunung yang satu ini. Gunung tertinggi ke-2 di Pulau Dewata ini memang sangat jarang didaki daripada dua saudara-nya yaitu Gunung Agung dan Gunung Batur yang lebih populer di kalangan wisatawan asing.
Pada awalnya, rencana saya untuk mendaki gunung ini hampir menjadi impian belaka karena hujan deras yang menghalangi langkah kami saat pertama kali tiba. Setelah menunggu hingga jam 1 pagi, hujan kian berhenti turun. Kami bersepuluh pun bergegas menyiapkan barang yang akan dibawa dan segera menuju penataran Pura Luhur Batukaru untuk memohon keselamatan.
Kami memulai pendakian dengan ditemani dua orang pemandu. Jika ingin memakai jasa mereka, Anda harus menyiapkan -+ Rp 800.000 untuk sekali pendakian. Wajar harga dibanderol cukup mahal karena gunung ini jarang didaki oleh para pendaki karena jalannya yang panjang dan cukup ekstrem. Ada dua jalur yang bisa dipilih, yaitu melewati Pura Luhur Batukaru dan juga bisa melewati Desa Pujungan, dimana jalur Desa Pujungan lebih bersahabat bagi pemula.
Tebalnya kabut yang menyapa kami disertai hutan yang lebat dan banyaknya jalur pemburu bisa membingungkan langkah kami, membuat pendakian kian lebih menantang. Di sinilah peran pemandu yang memiliki pengetahuan cukup tentang latar belakang hutan ini digunakan. Kami menempuh jalan panjang yang membuat kami berpikir kami hanya berputar-putar selama berjam-jam. Setelah beberapa kali beristirahat untuk memulihkan diri, kami pun tetap melanjutkan perjalanan melalui hutan tanpa akhir tanpa ujung ini.
Setelah berulang kali tergelincir di jalur tanah yang licin karena hujan, kami menolak untuk menyerah. Melihat matahari yang terbit sedikit memberikan kami sinar harapan untuk sampai di puncaknya, kami. Cahaya matahari mulai menampakkan dirinya dari celah-celah pohon bagai mendorong langkah kami untuk bangkit sesegera mungkin. Akhirnya kami sampai di puncak setelah 6 jam pendakian.
Sedikit pemandangan yang bisa kita lihat dari puncaknya ↓
Sedikit pemandangan yang bisa kita lihat dari puncaknya ↓
Area puncaknya yang cukup besar untuk mendirikan tenda dan terdapat pula tempat yang disucikan oleh umat hindhu yang dinamakan "Pura Pucak Kedaton"menambah kesakralan dan keasrian gunung ini.
Setelah beristirahat beberapa jam, kami pun turun sebelum hujan membuat jalur pendakian semakin licin. Beda seperti saat pendakian, menuruni gunung ini hanya butuh 1-2 jam saja.
Mendaki gunung ini adalah pendakian terpanjang yang pernah saya lakukan pada waktu itu tetapi itu tidak menghalangi niat saya untuk kembali lagi suatu hari nanti.
jika Anda memiliki pertanyaan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah ini dan saya akan segera menghubungi Anda!
jika Anda memiliki pertanyaan jangan ragu untuk memberikan komentar di bawah ini dan saya akan segera menghubungi Anda!
Comments
Post a Comment